DHALANG

Dhalang oleh manusia Jawa biasanya dianggap sebagai ‘ngudhal piwulang’(mengajar dalam pementasan wayang semalam suntuk) Di sebut juga guru masyarakat. Guru, kata Radhakrishnan-dalam bukunya yang berjudul “the spirit of religion”-adalah “The very term, means he who removes the darkness of your mind artinya “guru, dalam arti kata yang sebenarnya adalah orang yang dapat mengusir kegelapan dalam hatimu. Ada macam-macam dhalang menurut Dr.Seno Sastroamidjodjo terbagi menjadi lima golongan yakni:

1. Dhalang Sejati

Dhalang ini menitik beratkan pertunjukanya pada berbagai cerita yang dapat dipakai tauladan bagi khalayak dalam kehidupan batinnya sehari-hari.misalnya dominannya ajaran tentang pendidikan ,kerohanian, kebatinan, filsafat hidup(sangkan paraning dumadi) dan sebagainya

2. Dhalang Purba

Dhalang ini menitikberatkan pertunjukannya pada pelbagai cerita atau selalu mengambil cerita yang dapat membangun (amurba), memberi semangat pada penonton agar bangkit dari kebodohan, kemiskinan, keterpurukan,kesalahan dan dosa.

3. Dhalang Wasesa

Dhalang ini sangat menguasai berbagai cerita maupun teknik pendalangan ,sehingga perasaan penonton gampang terbawa kedalam suasana yang dipentaskan ,seperti ternyuh(belas kasih),kemurahan, hati yang lapang , kesabaran , prihatin,perasaan cinta atau asmara, dan sebagainya

4. Dhalang Guna

Dhalang ini selalu berpedoman dengan Pakem (aturan baku pewayangan)tanpa ditambah dengan variasi lain-lain dan apa adanya. Meski demikian ,pementasannya tetap sarat akan nilai-nilai hikmah dalam kehidupan ini.

5. Dhalang Wikapala

Dhalang ini lebih sederhana lagi karena mendalang hanya mlelulu berdasarkan pakem saja.

Ada juga dhalang edan atau kenthir yaitu dalang yang mendalang keluar dari pakem

Persyaratan menjadi dalang

1. Gendhing ;menguasai lelagoning gendhing

2. Gendheng ;maknanya ada dua ,yakni 1)mampu gerong atau kur(panduan suara dalam mengiringi Gendhing

3. Gandhung ;Percaya

4. Gèndhèng(gila) ;menggap dirinya paling benar!

5. Gandhang; (Cetha lan seru, Wijang wijiling wicara);Suaranya jelas dan baju

Larangan bagi dalang

a) Merubah sesuka hatinya sendiri tentang alur cerita dan maksud pegelaran wayang

b) Memperlihatkan kesukaan atau kebencian pada boneka wayang kulit

c) Meninggalkan tempat duduk yang di bawah blencong sepanjang malam.

d) Berbicara kepentingan individu

e) Menyinggung perasaan Salah satu penonton/pejabat yang menonton

f) Memperpendek atu memperpanjang jalanya lakon.ia harus menepati waktu yang ditetapkan di dalam pakem yakni jam 9malam sampai jam4 pagi

Dhalang Hebat dari Tanah Air

A. Ki Narto Sabdo dari Semarang

B. Ki Murdi Kandha Murdiyat dari Tulungagung

C. Ki Timbul dari Yogyakarta

D. Ki Manteb Sudarsono dari Karanganyar

E. KI Anom Suroto dari Solo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: